Hati Hati Implementasi Investasi Asing

Investor bila membawa banyak syarat, maka cermati content persyaratan tersebut. Harus sangat hati hati agar ada manfaat buat bangsa dan negara.

Ada investor negara lain, khususnya bila dibidang property ataupun pembangunan infrastruktur besar (Kilang, Pembangkit Tenaga Listrik, Kereta Api Cepat, Aspek yang padat modal, dll),  ada 3 hal yang biasa mereka minta,

  1. Engineering oleh mereka (fee 5-7% dari investasi) akan kembali ke mereka.
  2. Procurement (bahan bangunan, bahan modal dan mesin)  mereka import dari negaranya (uang investasi balik ke negaranya) ini bisa 30-55% dari biaya investasi, tergantung jenisnya)
  3. Construction. pakai tenaga ading alias tenaga kerja dari mereka hampir 50% lebih tenaga kerja yang mahalnya diminta dari mereka, biaya disedot kembali, sedang biaya Construction cost bisa 30-40 %.
  4. Sisa untuk operasi awal, 5-10% dari nilai investasi.

Jadi kegiatan EPC (Engineering, Procurement, Construction cost) tersedot kembali bisa 75-90 % dari Investasi.

Hutangnya 100% untuk negara yang menerima investasi gaya mereka.

Inilah metoda investasi Negara Lain ke Indonesia yang harus dicegah. Bahaya.

Jadi, disektor EPC, harus dinegosiasi dan diawasi agar Investasi tidak menyisakan hutang, dan uang malah balik ke negara investor tersebut.

Pemerintah harus waspada, dan bangsa kita harus ikut dalam E,P, C alias terlibat dan dapat manfaat  disektor EPC.

Biaya Engineering, Produk Indonesia dominan di sektor Procurement, dan Construction dilakukan oleh anak bangsa.

Jika tidak demikian, itu pola penjajahan dan penindasan ekonomi gaya baru. Sukses buat mereka, seakan akan bijak buat negara yang menerima investasi.

Jadi waspadalah para penerus bangsa.

Sektor EPC, Engineering alias jasa engineering design dan C alias upah konstruksi harus didominasi oleh anak bangsa dan P (Procurement) dari produk lokal, lokal content, produk bangsa, baru itu investasi yang benar.

Itu bisa 70-80 % dana invastasi tertinggal dan dinikmati negara RI

Waspadalah.

 

 

Leave a Reply